Dasar-Dasar Pengetahuan
a. Penalaran
Penalaran merupakan suatu proses berpikir dalam menarik sesuatu kesimpulan yang berupa pengetahuan. Manusia pada hakikatnya merupakan makhluk yang berpikir, bertindak, merasa, dan bersikap. Manusia memiliki kemampuan untuk menalarkan sesuatu yang diperolehnya melalui proses pengamatan, persepsi, dan jadilah suatu pengetahuan. Pengetahuan ini kembangkan oleh manusia disebabkan dari dua hal utama yakni, pertama manusia mempunyai bahasa yang dapat digunakan untuk berinteraksi dengan manusia yang lainya, sehingga dapat pula bertukar pengetahuan yang dimiliki guna mengembangkan pengetahuan. Yang kedua yaitu manusia memiliki mampu mengembangkan pengetahuannya dari proses berpikir. Hal ini yang dapat membedakan manusia dengan binatang, meskipun binatang juga mempunyai suatu bahasa terseniri dalam spesiesnya namun dalam kondisi tertentu binatang tidak dapat menyimbolkan bahasa yang dimiliki karena binatang juga tidak dapat berpikir seperti selayaknya manusia.
b. Logika
Suatu pengetahuan yang dihasilkan penalaran itu mempunyai dasar kebenaran maka proses berpikir itu harus dilakukan dengan suatu cara tertentu. Suatu pemikiran kesimpulan baru dianggap salih (valid) kalau proses pemikiran kesimpulan tersebut dilakukan menurut cara tertentu tersebut. Cara penarikan kesimpulan ini desebut logika, di mana logika secara luas didefinisikan sebagai “pengajian berpikir secara sahih (valid)”.
c. Sumber pengetahuan
Dalam memperoleh pengetahuan setidknya ada dua cara untuk mempeoleh pengetahuan yang bebar. Yang pertama yaitu mendasarkan pada rasio dan yang kedua yaitu mendasarkan pada pengalaman.
Dalam kaim rasionalis mempergunakan metode deduktifdan menyusun pengetahuannyapresis yang dipakai dalam penalaranya yaitu memperoleh ide yang anggapannya jelas dan dapat diterima. Dalam masalah utama yang terdapat dalam berpikir rasionalis yaitu terkadag menimbulkan perbedaan pendapat, karena di dalam diri manusia memiliki karakter dan pandangan yang terkadang berbeda dalam memandang suatu obyek yang sama.
Namun dalam kaum empirisme berpendapat bahwa pengetahuan manusia itu bukan didapatkan lewat penalaran rasional abstrak namun lewat pengaaman yang kongkrit. Namun di dalam berpikir empiris ini yang menjadi masalah utama ialah bahwa pengetahuan yang dikumpulkan itu cenderung untuk menjadi suatu kumpulan fakta-fakta. Kumpulan tersebut belum tentu bersifat konsisten dan mungkin saja akan terdapat hal-hal yang kontradiktif.
Semoga bermanfaat !!
Referensi
Prof. Dr. Ahmad Tafsir, Filsafat Ilmu, Pt. Remaja Rosdakarya, Bandung 2004
Tidak ada komentar:
Posting Komentar