Selasa, 27 Desember 2016

Definisi Ejaan



Definisi Ejaan
A.                Pengertian Ejaan
    Ejaan adalah seperangkat aturan tentang cara menuliskan bahasa dengan menggunakan huruf,  kata, dan tanda baca sebagai sarannya. Ejaan merupakan kaidah yang harus dipatuhi oleh pemakai bahasa demi keteraturan dan keseragaman bentuk, terutama dalam bahasa tulis. Keteraturan bentuk bentuk akan berimplikasi pada ketepatan dan kejelasan makna.
  1. Sejarah Ejaan Bahasa Indonesia
    Ejaan mempunyai tempat yang unik dalam pengembangan bahasa melayu dan bahasa indonesia. Sebelum abad ke-20 belum dikenal ortografi yang seragam untuk menuliskan bahasa melayu. Penulisan bahasa melayu dalam huruf romawi antara seorag penulis berbeda degan penulis lainnya. Tulisan-tulisan itu biasanya bersifat fonetis dengan tujuan untuk kepentingan orang asing bukan orang indonesia. Jadi ada ketidak seragaman pengejaan. Lahirnya ejaan bahasa indonesia tidak berdiri sendiri, tetapi juga mendapat pengaruh dari ejaan romawi yang disemenanjung malaya. Beberapa jenis ejaan sejak zaman belanda sampai merdeka ditanah air indonesia. Juga disemenajung malaya akan dipaparkanberikut ini.
Penyeragaman atau pembakuan ejaan yang pertama dimulai tahun 1901.ejaan resmi bahasa melayu di daerah jajahan beland disusun oleh Ch. A. van Ophuijsen yang dijabarkan melalui karyanya Kitab Lagoat Melajoe, dinamakan Ejaan Von Ophuijsen
Ejaan baku kedua adalah ejaan soewandi atau Ejaan Republik 1947. Ejaan ini ddiresmikan oleh soewandi (menteri pendidikan).Pada tanggal 19 maret 1947. Tujuannya, menyederhakan sistem Ejaan Van Ophuijsen.
Ejaan baku ketiga dinamakan sistem pembaharuan 1957. Ejaan ini disusun sebagai tanggapan resulusi penyempurnaan ejaan dalam Kongres Bahasa  Indonesia II di Medan. Sistem pembaharuan 1957 ini tidak pernah diberlakukan.
Ejaan keempat bernama Ejaan Wilkinson. R. J. Wilkinsondlah ketua panitia pemerintah persekutuan Tanah Melayu di Semenanjung Malaya yang dibentuk pada bulan Oktober 1904. Di daerah jjahan inggris saat itu ejaan Romawi berkembang pesat.
Ejaan kelima Ejaan Za’aba. Ejaaan ini berbeda sedikit dengan Ejaan Wilkinson, diajarkan dsekolah-sekolahmelayu di semenanjung malaya.
Ejaan keenam. Ejaan Fajar Asia. Ejaan ini diciptakan oleh penulis melayu tahun 50-an yan sebenarnya disusun selama masa pendudukan jepang.
Ejaan ketujuh bernama ejaan melindo(Ejaan Bahasa Melayu-Indonesia). Ejaan ini bernasib sama dengan sistem pembaharuan. Karena tidak pernah terlaksana secara nyata. Ejaan ini merupakan tindak lanjut perjanjian pershabatan antara Republik Indonesia dan Persekutuan Tanah Melayu. Dalam perjanjian tersebut disebutkan bahwa Ejaan Melindo sudah harus dilaksanakan paling lambat tahun 1962, akan tetapi, karena terjadi konfrontasi, ejaan ini tidak pernah terealisasi.
Ejaan kedelapan disebut Ejaan Baru Bahasa Malaysia (di malaysia) dan EjaanBaru Bahasa Indonesia (di indonesia)-dua ejaan yang berbeda nama, tetapi isinya sama. Ejaan ini terbentuk setelah masa konfrotasi selesai. Dalam pertemuan para pakar dari dua negara itu tidak terdapat maksud untuk menggunakan Ejaan Melindo. Ini disebabkan Ejaan Melindo tidak memuaskan (dari sudut linguistik) dan tidak efisien(dri sudut pemakaian). Lalu muncul untuk memperbaikinya. Dapertemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia membentuk sebuah komisi yang dipimpin Anton M. Moeliono bertugas merancang konsep sistem ejaan baru. Konsep baru itu dikonsultasikan kepada Jawatan Kuasa Ejaan Malaysia yang dipimin oleh Syed Nasir bin Ismail Hasilnya adalah sebuah ejaan dengan dua namayang berbeda pada tahun 1966.
Ejaan kesembilan adalah Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) di resmikan melalui peraturan pemerintahan No. 57/1972. Ejaan ini merupakan hasil dalam mengadapi reaksi positif dan negatif terhadap Ejaan Baru 1966.

  1. Beberapa Contoh Ejaan
·         Contoh Penggunaan Ejaan Van Opuijsen
Pengguna huruf tj untuk peulisan kata: tjinta, tjoekoer, pantjar
Penggunaan hruf dj untuk menuliskan kata: moedjoer, djoerdjoer, wadar
·         Ejaan Suwandi
Huruf oe di ganti u, misalnya masoek menjadi masuk
Bunyi hamzah atau bnyi sentak ain diganti degan huruf k. Misalnya ra’yat menjadi rakyat
  1. Beberapa Contoh Aturan Ejaan
·         Huruf Kapital
1.      Huruf pertama kata pada awal kalimat atau pada kalimat langsung
Contoh: adik bertanya, “Kapan kita pulang?”
“Besok  kita pulang, “jawab ibu
2.                  Huruf pertama yang berhubungan dengan agama, nama tuhan dan kitab suc, termasuk kata ganti untuk Tuhan
Contoh: Yang Maha Kuasa, Yang Maha Pengasih, Alkitab, Alqur’an, Islam
3.                  Huruf pertama gelar kehormatan, keturuan, keagamaan, jabatan, dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang (nama intansi atau nama tempat)
Contoh: sultan hasanuddin, kepala desa sukamaju, presiden indonesia
4.                  Huruf pertama unsur nama orang, kecuali unsur yang digunakan untuk nama jenis
Contoh: Amir Hamzah, (bandingkan: mesin diesel, voltase)
5.                  Huruf pertama nama tahun, bulan, hari raya, dan peristiwa sejarah, kecuali peristiwa sejarahyang bukan merupakan nama.
Contoh: tahun Hijriah, bulan Mei, hari Minggu, hari Natal, Perang Dunia I
6.                  Huruf pertama nama geografi, kecuali nama geografi yang tidak menjadi unsur nama diri dan yang digunakan sebagai nama jenis
Contoh: Asia Tenggara, Bukit Barisan, (bandingkan: apel malang, reog ponorogo)
7.                  Singkatan nama gelar, pangkat,  dan sapaan,
Contoh: Tn., Prof., Dr., Brigjen., Hj., A.Md, dan lain sebagainya
·         Huruf Miring
1.      Nama buku, majalah, dan surat
Contoh: ia membaca majalah Tempo
2.                  Huruf, bagian kata, kata atau kelompok kata yang ditegaskan
Contoh: di tengah pasar di tengah ada s,di tengah kampung ada p.
3.                  Ungkapan atau istilah asing, kecuali yang telah diindonesiakan
Contoh: nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia Mangostana
·         Partikel
1.      Lah dan kah
Contoh: bacalah buku itu baik-baik
Apakah yag d tulis surat itu
·         Kata Ganti
1.      Aku/saya, kamu/engkau, ia/dis, kami/mereka ditulis terpisah
Contoh: jika dilarang pergi, aku akan disini saja
Dan dia tidak ma bekerja
2.                  Ku dan kau sebagai awalan pasif persona ditulis serangkai
–ku –mu dan –nya sebagai kata ganti milik ditulis serangkai
Contoh: apa yang kumiliki noleh kauambil
Bukuku, bukumu, dan bukunya tersimpan di rumah
 Semoga bermanfaat
Referensi
Sabarti akhadiah pembinaan kemampuan menulis bahasa indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar