Selasa, 27 Desember 2016

Kisah Guru Honorer Bergaji Rp 100.000 Di Pedaleman Desa


Kisah Guru Honorer Bergaji Rp 100.000 Di Pedaleman Desa
 Guru, kata orang-orang sih guru itu orangtua kita disekolah. Bagaimanapun juga kita harus hormati guru. Apalagi kalau kamu baca kisah mengharukan para guru ini. kamu pasti jadi makin semangat sekolah. Guru memang agen perubahan. Berkat mereka banyak orang sukses dibrbagai bidang. Semangat dan prinsip mereka wajib kita tiru. Bicara masalah dengan gaji guru, ya enggak semuanya gaji guru itu besar terkadang ada yang gajinya mungkin lebih kecil dari nominal uang jajan tiap bulanan kita. Tapi mereka tetap semangat. Karena mengajar bagi mereka bukan Cuma buat ngedapetin uang, tapi bikin generasi berikutnya menjadi cemerlang.
Kesejahteraan guru honorer yang mengabdi disekolah pedaleman kabupaten timor tengah selatan, nusa tenggara timur, memag masih jauh dari harapan. Beberapa guru yang menjalani nasib itu adalah hudaya asuroh dan teti.
Tiga orang yang mengajar disekolah menengah yaitu madrasah aliyah li-ulil albab .kecamatan picung, setiap bulannya menerima gaji sebesar rp.100.000.
Namun demikian, meski gaji mereka hanya setara dengan beras 10 kg, semangat ketiganya untuk mengajar tidak surut. Kebanyakan, murid yang mereka jar bersala dari keluarga tidak mampu. Meski demikian, gaji yang mereka terima berbeda jauh jika dibandingkan dengan gaji pembantu rumah tangga dan buruh bangunan. “setiap bulan kami hanya terima gaji Rp. 100.000. karena sekolah kami ini swasta, maka yang kami peroleh gaji ini, dikasih melalui sumbangan dari para siswa”. Kata hudaya, asuroh dan teti. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka sudah pas-pasan. Meski gaji kami kecil, tapi semangat kami hanya pengabdian untuk anak-anak didesa ini yang juga punya semangat yang sama untuk belajar. Semangat terus untuk calon-calon guru J
Semoga bermanfaat !!
Referensi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar