Kisah Guru Honorer Bergaji Rp 100.000 Di Pedaleman Desa
Guru, kata
orang-orang sih guru itu orangtua kita disekolah. Bagaimanapun juga kita harus
hormati guru. Apalagi kalau kamu baca kisah mengharukan para guru ini. kamu
pasti jadi makin semangat sekolah. Guru memang agen perubahan. Berkat mereka
banyak orang sukses dibrbagai bidang. Semangat dan prinsip mereka wajib kita
tiru. Bicara masalah dengan gaji guru, ya enggak semuanya gaji guru itu besar
terkadang ada yang gajinya mungkin lebih kecil dari nominal uang jajan tiap
bulanan kita. Tapi mereka tetap semangat. Karena mengajar bagi mereka bukan
Cuma buat ngedapetin uang, tapi bikin generasi berikutnya menjadi cemerlang.
Kesejahteraan guru honorer yang mengabdi disekolah
pedaleman kabupaten timor tengah selatan, nusa tenggara timur, memag masih jauh
dari harapan. Beberapa guru yang menjalani nasib itu adalah hudaya asuroh dan
teti.
Tiga orang yang mengajar disekolah menengah yaitu
madrasah aliyah li-ulil albab .kecamatan picung, setiap bulannya menerima gaji
sebesar rp.100.000.
Namun demikian, meski gaji mereka hanya setara dengan
beras 10 kg, semangat ketiganya untuk mengajar tidak surut. Kebanyakan, murid
yang mereka jar bersala dari keluarga tidak mampu. Meski demikian, gaji yang
mereka terima berbeda jauh jika dibandingkan dengan gaji pembantu rumah tangga
dan buruh bangunan. “setiap bulan kami hanya terima gaji Rp. 100.000. karena
sekolah kami ini swasta, maka yang kami peroleh gaji ini, dikasih melalui
sumbangan dari para siswa”. Kata hudaya, asuroh dan teti. Untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari, mereka sudah pas-pasan. Meski gaji kami kecil, tapi
semangat kami hanya pengabdian untuk anak-anak didesa ini yang juga punya
semangat yang sama untuk belajar. Semangat terus untuk calon-calon guru J
Semoga bermanfaat !!
Referensi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar